|
[Madani Football Club] Menjadi Juara Bu'ûts Cup: Sebuah Cita
[16/01] Dalam debutnya di Bu'ûts Cup yang pertama, Madani FC (MFC) belum dapat meraih kemenangan, meski telah mencicipi rumput hijau Nadi Waily di babak final. Pengalaman ini terekam baik dalam benak para pemain. Semua paham bahwa pengalaman pahit itu tidak boleh terulang dalam even Bu'ûts Cup-Bu'ûts Cup mendatang. MFC harus menjadi juara!
Hal ini perlu ditegaskan mengingat tak berapa lama lagi even semacam akan digelar. Kebetulan penyelenggara Bu'ûts Cup kali ini adalah Jurhum Alfain, yang notabene pemilik sah dari tim yang mengalahkan MFC, Jurhum FC. Apabila cita-cita kemenangan ini terwujud, tentu akan menjadi modal yang sangat baik untuk menjadi tuan rumah Bu'ûts Cup 2004 mendatang, selain memang akan menjadi titik tolak kemenangan-kemenangan MFC dalam pertandingan-pertandingan lainnya.
Tentu untuk menjadi juara perlu latihan intensif dan, kalau perlu, menjajal kemampuan yang ada dengan berbagai klub sepak bola yang ada di Mesir. Alhamdulillah, dengan tekad, teknik, strategi dan personel yang baik, kemengan-kemenangan dalam pertandingan jajakan dapat dikantongi tim. Terbukti, Gama Jatim, KPJ, Fospi FCs dapat dilibas dengan cukup mengesankan.
Kemenangan-kemenangan dalam pertandingan-pertandingan jajakan memang telah kita raih. Namun, patut diingat bahwa kemenangan-kemenangan itu diraih dalam pertandingan-pertandingan tidak resmi. Kini saatnya kemenangan diraih dalam pertandingan resmi, semacam Bu'ûts Cup. Semoga.
[Ultah Kedua Madani] Ultah Kedua Madani
SETELAH dua tahun kita berkumpul, sejak 23 Juli 2001 di Gedung Depag Pusat, menjadi suatu kebanggaan bersama bila kita rayakan hari jadi kita ini dengan penuh kemeriahan, keceriaan dan i'tibâr. Suatu kesempatan yang akan menjadi momen titik muhasabah perjalanan kita, juga diri kita, akan kita torehkan dalam sejarah kehidupan kita. Maka, partisipasi aktif adalah sesuatu yang la budda minhu.
Kegiatan yang akan diselenggarakan di Taman Antarbangsa ini menyuguhkan berbagai acara yang insya Allah mampu mengobati rasa rindu pada kebersamaan yang dulu pernah kita cicipi dan rasakan dengan sebenar-benarnya. Setelah beberapa acara seremonial, Pemotongan Tumpeng akan menandai perayaan hari jadi ini secara resmi (-resmian). Menyusul kemudian Mimbar Bicara & Ramah Tamah yang akan menjadi media curahan rasa dan tuangan rindu. Kado, salah satu simbol ulang tahun penting, akan ikut serta memeriahkan acara kita ini dengan Kuis yang akan mengantar kado-kado itu ke tangan kita-kita. Siapa tahu kita bisa memperoleh kado terbaik itu. (Lumayan, kan?)
Keceriaan kita itu akan semakin menjadi ketika Lagu & Nasyid telah menempati posisinya. Namun, tentu kita tidak akan ishraf dalam hal apapun, termasuk kegiatan kita ini. Muhasabah akan menjadi turning point kita untuk kembali pada sisi kesadaran kita sebagai penuntut ilmu.
Nah, tunggu apa lagi? Mari kita rayakan Ultah Kedua Madani ini!
|
|